Inilah beberapa burung kicau liar
yang hidup disekitar rumahku :
·
Burung Prenjak (Prinia familiaris)
Adalah burung kecil yang imut tapi memiliki suara yang lantang. Burung
ini suka mengoceh setiap pagi atau kadang siang menjelang sore. Prenjak suka
memakan ulat, kroto, dan serangga-serangga kecil. Prenjak banyak di pelihara
oleh kalangan penggemar burung karena harganya yang relatif murah. Jangan salah
sangka dulu, harga burung ini bisa melonjak tinggi apabila sudah mau makan vour
atau yang suaranya sudah gacor. Kadang burung ini suka dilombakan kebagusan dan
kelantangan suaranya.
Prenjak banyak ditemukan di kebun atau pepohonan dekat sawah. Menurut
sumber saya, saat malam Prenjak biasanya tidur di pohon-pohon yang pendek tapi
bercabang keras.
Di Jawa, ada kepercayaan bahwa jika Prenjak mengoceh disekitar rumah
kita, maka akan ada tamu yang akan datang.
Kalau mau denger suaranya silahkan DOWNLOAD disini!
·
Burung Sirpu
(Aegithins tiphia)
Adalah burung kecil dengan suara yang merdu dan lantang. Biasanya burung
ini mengoceh setiap pagi atau pada pagi menjelang siang. Burung ini suka makan ulat,
kroto, serangga kecil dan buah-buahan seperti pisang. Burung ini sayangnya
sudah jarang dipelihara oleh pecinta burung. Sumber saya mengatakan jika burung
ini sudah bisa mengoceh dengan merdu dan lantang, harganya dapat mencapai Rp
250.000,00 .
Burung ini suka tinggal di pinggaran hutan yang pohonnya tidak terlalu
lebat. Pertama kali saya mendengar suara burung ini, saya kira suara itu
berasal dari burung yang besar. Ternyata, setelah saya mencari info di pasar
burung, saya mengetaui bahwa suara itu berasal dari seekor burung mungil
berwarna hijau dan ada corak hitam di sayapnya.
Kalau mau denger suaranya silahkan DOWNLOAD disini!
·
Burung Tekukur (Streptopelia
senegalensis)
Adalah burung berukuruan sedang dengan suara yang klasik. Waktu burung
ini berbunyi tidak dapat ditentukan. Kalau ditempat saya, burung ini kerap
terdengar suaranya setiap siang menjelang sore. Walaupun suaranya tidak sebagus
burung Perkutut, akan tetapi sering saya jumpai beberapa penduduk sekitar yang
memelihara burung ini. Ada beberapa orang yang mengatakan alasan mereka
memelihara burung ini. Mulai dari harganya yang terjangkau sampai suaranya yang
membangkitkan ‘nostalgia’.
Pernah suatu hari saya mencoba melacak keberadaan burung Tekukur
disekitar rumah saya. Setelah saya mengikuti suaranya, ternyata burung Tekukur
itu hinggap di pohon yang tinggi, seperti pohon Kelapa. Owh iya, burung ini
suka memakan beras merah yang dicampur dengan biji-bijian dan biji jagung yang
sudah kering.
Kalau mau denger suaranya silahkan DOWNLOAD disini!
·
Burung Wiwik (Cuculidae)
Adalah burung misterius dengan suara
yang lantang. Biasanya burung ini mulai mengoceh dari pagi hari. Burung ini
banyak dijumpai dipedesaan. Jarang orang yang mau memelihara burung ini
dikarenakan mitosnya. Di Jawa, ada ‘gugon tuhon’ yang beranggapan jika burung
ini berbunyi maka akan ada orang meninggal. Burung Wiwik suka makan serangga
kecil dan buah-buahan.
Disaat saya mencoba melacak keberadaannya, ternyata burung ini sangat
sulit untuk dilihat. Karena saat burung ini mengoceh, burung ini tidak bergerak
bahkan tidak berganti posisi sedikitpun. Menurut sumber saya, burung ini
biasanya bersembunyi di tajuk pohon.
Burung Wiwik adalah burung parasit dikarenakan mereka tidak pernah
membuat sarang saat musim bertelur, akan tetapi mereka menitipkan telur mereka
ke sarang burung-burung kecil seperti burung prenjak atau burung pleci.
Kalau mau denger suaranya silahkan DOWNLOAD disini!
·
Burung Pleci (Zosterops)
Adalah burung kecil dengan suara yang biasa tapi banyak
digemari. Burung Pleci juga sering disebut dengan panggilan burung kacamata.
Biasanya burung ini berbunyi setiap pagi sampai siang atau terkadang siang
hari. Burung Pleci suka makan buah-buahan dan kalau yang sudah jinak bisa
diberi makan vour. Belakangan ini, burung Pleci banyak digemari oleh kalangan
pecinta burung, bahkan sudah ada komunitas sendiri untuk penggemar Pleci yaitu
plecimania. Hal tersebut akhirnya menyebabkan harga burung Pleci melonjak
tinggi dipasaran. Tidak kalah dengan burung Prenjak, burung ini juga sering
dilombakan.
Suatu hari pernah saya mencoba
melacak keberadaan burung ini, ternyata burung ini saat mengoceh selalu
berpindah-pindah, dari tangkai pohon satu ke tangkai yang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar